Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar seremoni penandatanganan sejumlah kesepakatan bisnis pembiayaan syariah pada Jumat (16/10), sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center. Acara ini menyasar penguatan hubungan antara pembiayaan syariah dengan kebutuhan sektor riil, khususnya industri halal. Menurut laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026, Indonesia berada di peringkat keempat dunia dalam ekosistem ekonomi syariah, dengan posisi teratas di sektor modest fashion dan peringkat ketiga di sektor makanan halal.

Total nilai kesepakatan yang ditandatangani dalam seremoni ini tercatat sekitar Rp27,43 triliun. Rinciannya meliputi pembiayaan proyek strategis Rp19,40 triliun yang mencakup kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) syariah, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta pembiayaan mikro perumahan syariah. Transaksi pasar uang dan valuta asing syariah mencapai Rp5,32 triliun, pembiayaan untuk korporasi halal lebih dari Rp2,2 triliun, dan pembiayaan untuk UMKM serta startup halal sebesar Rp499,75 miliar. Selain itu ada kesepakatan dagang antara UMKM dan pembeli senilai Rp9,78 miliar, serta surat utang sosial syariah Cash Waqf Linked Sukuk senilai Rp4,45 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebutkan, hingga Agustus 2026 pembiayaan perbankan syariah tumbuh 11,61 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp748,7 triliun, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) kotor terjaga di 2,3 persen. Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro menekankan tiga arah pengembangan pembiayaan syariah ke depan, yaitu perluasan akses bagi sektor unggulan industri halal, peningkatan inklusi keuangan bagi usaha mikro dan kecil, serta sinergi antara otoritas, industri keuangan, dan pelaku usaha.

Seremoni ini merupakan bagian dari program SAPA SYARIAH, inisiatif Bank Indonesia yang menghubungkan akses pasar dan akses pembiayaan syariah melalui Bulan Pembiayaan Syariah yang disinergikan dengan program Percepatan Intermediasi tahun 2026. Programnya berjalan dalam tiga tahap, yakni edukasi pembiayaan syariah, penguatan jejaring usaha, dan temu usaha untuk merealisasikan kerja sama. ISEF 2026 berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center.