PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menyampaikan tanggapan resmi atas surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia bernomor S-12621/BEI.PP3/10-2026 tanggal 1 Oktober 2026. Surat jawaban bernomor 002/KT-BEI/VP/CORSEC/STG/X/2026 ditandatangani Corporate Secretary Henry Rizard Rumopa pada 5 Oktober 2026, menanggapi sejumlah pertanyaan Bursa terkait pengambilalihan perusahaan oleh PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS).

Dalam jawabannya, KETR menjelaskan bahwa IMBS bergerak di bidang perdagangan besar nonkendaraan, aktivitas jasa keuangan non-asuransi dan dana pensiun, aktivitas holding, serta konsultasi manajemen. Pemegang saham IMBS sendiri adalah PT DSST Mas Gemilang dengan 99 persen saham dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera dengan 1 persen saham. Susunan pengurus IMBS terdiri dari Marlo Budiman sebagai Komisaris Utama dan Daniel Cahya sebagai Komisaris, sementara jajaran direksi dipimpin Andrie Tjioe sebagai Direktur Utama bersama Mona Angelique Susanto dan Johannes sebagai Direktur.

KETR juga mengonfirmasi bahwa PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merupakan pengendali tidak langsung IMBS melalui PT DSST Mas Gemilang, dan karena itu IMBS berafiliasi dengan sejumlah perusahaan terbuka lain yang juga dikendalikan grup DSSA, yakni PT Ekamas Mora Republik Tbk, PT Golden Energy Mines Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. Pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) Perseroan disebutkan adalah Franky Oesman Widjaja. Perusahaan menegaskan tidak ada kewajiban Penawaran Tender Wajib dari IMBS karena pengambilalihan dilakukan lewat Penawaran Tender Sukarela, yang menurut Pasal 23 huruf m POJK No. 9/2018 dikecualikan dari ketentuan tender wajib.

Soal struktur pemegang saham, KETR memaparkan ulang perubahan sebelum dan sesudah pengambilalihan: PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara turun dari 1.509.563.417 lembar (53,13 persen) menjadi 515.191.417 lembar (18,13 persen), PT Gema Lintas Benua tetap di 273.759.787 lembar (9,64 persen), IMBS masuk sebagai pemegang saham baru dengan 994.442.000 lembar (35,00 persen), dan porsi publik relatif tetap di kisaran 37,23 persen dari total 2.841.262.838 lembar saham. Perusahaan menyatakan pengambilalihan ini tidak berdampak negatif pada kinerja keuangan saat ini dan diharapkan memberi dampak positif ke depan lewat sinergi IMBS di ekosistem infrastruktur jaringan telekomunikasi.