PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) menyampaikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia menanggapi surat permintaan penjelasan BEI No. S-11509/BEI.PP3/09/2026, terkait pergerakan sejumlah pos dalam laporan keuangan per 30 Juni 2026. Penjelasan tertanggal 11 September 2026 itu ditandatangani oleh Corporate Secretary KICI, Ing Hidayat.

Aset perseroan naik Rp4,23 miliar atau 1,92 persen per 30 Juni 2026 dibanding akhir 2025, terutama karena kenaikan persediaan seiring penjualan yang tumbuh. Liabilitas naik lebih besar, yakni Rp7,03 miliar atau 6,55 persen, didorong kenaikan utang bank dan utang usaha untuk membiayai aktivitas produksi, ditambah kenaikan kewajiban imbalan pasca kerja akibat penurunan tingkat diskonto dari 6,68 persen pada 2025 menjadi 5,64 persen pada 2026. Sementara itu, ekuitas perseroan turun Rp2,8 miliar atau 2,48 persen karena perseroan mencatat rugi periode berjalan sebesar Rp2,8 miliar.

Pendapatan perseroan naik Rp6,82 miliar atau 18,11 persen dibanding semester I 2025, ditopang permintaan domestik dan ekspor yang membaik, strategi kenaikan harga jual yang selektif, serta perluasan pasar ekspor di luar Amerika Serikat, terutama Jepang. Namun laba bersih perseroan justru turun Rp2,9 miliar atau 50,89 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Manajemen menyatakan berharap tren kenaikan penjualan bertahan hingga akhir tahun sehingga perseroan bisa kembali mencatat laba positif.