Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di sejumlah wilayah Jawa Timur mulai menjalankan operasional secara bertahap, dengan fokus awal pada penyaluran barang kebutuhan pokok bersubsidi. Menteri Koperasi Ferry Juliantono turun langsung memantau kesiapan sejumlah gerai, memastikan layanan dan stok barang sudah berjalan sebelum program ini diperluas. Langkah ini penting karena koperasi desa diharapkan memotong jalur distribusi yang panjang, sehingga barang bersubsidi dan bantuan pemerintah bisa lebih mudah dijangkau warga di tingkat desa.

Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yaitu KDKMP Sambiroto dan KDKMP Garu di wilayah Baron, KDKMP Nglawak di Kertosono, serta KDKMP Tambakrejo di Waru. Di gerai-gerai itu, warga sudah bisa membeli minyak goreng MinyaKita, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), LPG tabung 3 kilogram, dan pupuk dengan harga yang diatur pemerintah.

Selain menjual barang subsidi, gerai KDKMP yang sudah berjalan juga mulai dipakai untuk menyalurkan bantuan sosial, mulai dari Bantuan Pangan Non Tunai sampai Bantuan Langsung Tunai, serta bantuan alat dan mesin pertanian. Ferry mengatakan skema ini sudah diujicobakan, dan tujuannya supaya penerima bantuan tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang bank hanya untuk mengambil haknya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut peninjauan serupa digelar masif pekan ini di berbagai daerah, melibatkan banyak kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN. Ia mengakui pelaksanaannya belum sepenuhnya rapi, karena menyangkut kerja lintas lembaga yang masih perlu disempurnakan, meski menyebut ini sebagai awal dari sesuatu yang baru.