Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap dua tahun pada 20 Oktober 2026. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merilis sejumlah data capaian di tiga bidang yang disebut jadi penopang pertumbuhan ekonomi: penguatan sumber daya manusia lewat program magang dan pelatihan vokasi, pengembangan sektor pariwisata, serta perluasan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketiganya saling terkait karena menyentuh kesiapan kerja, penciptaan devisa, dan akses modal usaha sekaligus.

Pemerintah meluncurkan Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi pada Oktober 2025 dengan target awal 100.000 peserta, memberi uang saku setara upah minimum dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Tahap kedua program ini pada 2026 menyasar 150.000 lulusan baru dengan anggaran Rp4,14 triliun. Program pelatihan vokasi mendapat anggaran terpisah Rp2,12 triliun untuk 220.000 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 50.000 pekerja korban pemutusan hubungan kerja.

Secara keseluruhan, target Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 mencapai 340.000 peserta, terdiri dari 70.000 peserta reguler dan 270.000 peserta tambahan lewat stimulus ekonomi semester II 2026. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, hingga Agustus 2026 baru 89.337 orang yang mengikuti pelatihan tersebut.

Di sektor pariwisata, Kementerian mencatat sepanjang 2025 Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan domestik, dengan devisa US$18,28 miliar dan kontribusi 3,97 persen terhadap produk domestik bruto. Pada Januari-Agustus 2026, kunjungan turis asing tercatat 10,58 juta orang, naik 5,38 persen dari periode sama tahun sebelumnya, sementara perjalanan wisatawan domestik tumbuh 4,29 persen menjadi 842,15 juta perjalanan. Devisa pariwisata semester I 2026 mencapai US$8,43 miliar dan investasi di sektor ini tumbuh 16,64 persen.

Untuk pembiayaan UMKM, Kementerian melaporkan penyaluran KUR hingga 23 September 2026 telah mencapai Rp232,66 triliun, menjangkau 3,61 juta pelaku usaha dan menopang sekitar 10,83 juta tenaga kerja.