RUPSLB Lippo Cikarang menyetujui Ketut Budi Wijaya sebagai komisaris baru menggantikan Charles Rigoux, seiring pra-penjualan dan margin EBITDA perseroan yang naik pada semester I 2026.
15 September 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 11 September 2026, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, yang berlangsung secara hybrid, gabungan tatap muka dan daring. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menerima pengunduran diri Charles Rigoux dari jabatan Komisaris dan menyetujui pengangkatan Ketut Budi Wijaya sebagai penggantinya, meneruskan sisa masa jabatan Rigoux terhitung sejak RUPSLB ditutup. Perseroan menyebut telah menerima surat pengunduran diri Rigoux pada 17 Juli 2026 dan telah menyampaikan keterbukaan informasi soal itu kepada publik pada 20 Juli 2026.
RUPSLB ini juga menegaskan kembali susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi LPCK untuk masa jabatan yang berlaku sejak penutupan RUPSLB sampai penutupan RUPS Tahunan pada 2029. Susunan Dewan Komisaris yang baru terdiri dari Didik Junaedi Rachbini sebagai Presiden Komisaris Independen, Hadi Cahyadi sebagai Komisaris Independen, serta Ketut Budi Wijaya dan George Raymond Zage III sebagai Komisaris. Sementara jajaran Direksi tetap terdiri dari Agus Arismunandar sebagai Presiden Direktur, dengan Marshal Martinus Tissadharma dan Indryanarum sebagai Direktur.
Dalam siaran pers yang sama, manajemen LPCK juga memaparkan kinerja semester pertama 2026. Pra-penjualan atau nilai unit properti yang sudah disepakati pembeli tercatat Rp902 miliar, naik 14 persen dari Rp791 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dan sudah mencapai 53 persen dari target sepanjang 2026. Penjualan rumah tapak menyumbang 69 persen dari total pra-penjualan tersebut. Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp318 miliar pada semester pertama 2026, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 20 persen dari 13 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal LPCK? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.