Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak generasi muda mempertimbangkan bisnis waralaba sebagai jalan masuk berusaha, karena sistem bisnisnya sudah teruji dan tinggal dijalankan tanpa harus merancang model usaha dari nol. Ajakan ini disampaikan saat ia membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-27 di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Jumat (9/10), didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan.

Budi menyebut banyak usaha kuliner lokal, mulai dari bakso hingga soto, sudah mengadopsi model waralaba, dan pemerintah ingin memperkuat promosinya agar bisa bersaing dengan waralaba asing di pasar domestik. Untuk pasar luar negeri, Kementerian Perdagangan menjalankan program Rasa Rempah Indonesia (S'RASA) bersama kementerian lain, dengan 46 perwakilan dagang RI di 33 negara, termasuk atase dagang dan Indonesian Trade Promotion Center, ditugaskan membantu mengembangkan potensi waralaba Indonesia di negara tujuan ekspor.

Angka BPSNilai ekspor
26,6 miliar US$Agustus 2026

Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,40 miliar US$ dibanding Juli 2026. Naik 3 periode beruntun. Tertinggi dalam 32 bulan yang tercatat.

Maret 2024: 22,6 miliar US$April 2024: 19,7 miliar US$Mei 2024: 22,4 miliar US$Juni 2024: 21,1 miliar US$Juli 2024: 22,5 miliar US$Agustus 2024: 23,6 miliar US$September 2024: 22,2 miliar US$Oktober 2024: 24,8 miliar US$November 2024: 24,1 miliar US$Desember 2024: 23,6 miliar US$Januari 2025: 21,4 miliar US$Februari 2025: 21,9 miliar US$Maret 2025: 23,2 miliar US$April 2025: 20,7 miliar US$Mei 2025: 24,6 miliar US$Juni 2025: 23,4 miliar US$Juli 2025: 24,7 miliar US$Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$Agustus 2026: 26,6 miliar US$MarJunSepDesMarJunSepDesMarJunAgu20242025202626.61219.693September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$Agustus 2026: 26,6 miliar US$SepNovJanMarMeiJulAgu2025202626.61222.156

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.

Salah satu instrumen fasilitasi ekspor yang didorong Kemendag adalah business matching, yakni sesi pertemuan antara pelaku usaha dengan calon pembeli di luar negeri yang difasilitasi perwakilan dagang. Sepanjang 2025, Kemendag mencatat 622 sesi business matching dengan nilai transaksi ekspor US$134,87 juta, sementara pada Januari-Agustus 2026 jumlahnya naik menjadi 711 sesi dengan nilai transaksi US$346,99 juta. Pelaku usaha waralaba dan UMKM juga diarahkan memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD City, yang antara lain menghadirkan zona khusus kopi, teh, dan kakao (KoTeKa) untuk mempromosikan produk pertanian unggulan ke pembeli internasional.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, menilai keberhasilan industri waralaba tidak hanya diukur dari jumlah merek atau gerai yang bertambah, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan wirausaha baru, membuka lapangan kerja, dan melibatkan lebih banyak UMKM dalam rantai pasok. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Juan Permata Adoe menambahkan, dukungan pemerintah terhadap dunia usaha, termasuk lewat perundingan perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA), perlu terus berlanjut agar UMKM dan pelaku usaha nasional lebih siap bersaing di pasar global.