Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun langsung memeriksa operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di tiga lokasi Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yakni Purbayan, Kadilangu, dan Menuran, pada Selasa (13/10). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pemantauan terhadap 107 KDKMP yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia, untuk mengecek apakah koperasi benar-benar menyalurkan barang kebutuhan pokok dengan harga sesuai aturan pemerintah dan mengidentifikasi masalah yang perlu segera dibenahi.

Di lapangan, kedua menteri mengecek gudang dan gerai, memantau transaksi, serta berbincang dengan pengelola dan konsumen. Tiap KDKMP di Sukoharjo menjalankan tiga lini usaha, yaitu ritel, simpan pinjam, dan layanan kesehatan, dengan tujuh orang personel per koperasi yang terdiri dari satu manajer dan enam karyawan. Koperasi ini menjadi saluran distribusi program pemerintah, termasuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan seharga Rp12.500 per kilogram, minyak goreng rakyat Minyakita dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter, gas LPG 3 kilogram bersubsidi, pupuk bersubsidi, dan obat-obatan.

Manajer KDKMP Menuran, Rendy Buwana Perdana, mengatakan koperasinya sudah beroperasi sejak 1 Juni 2026, sementara dirinya baru resmi menjabat sebagai manajer pada 1 Oktober 2026. Ia menyebut barang kebutuhan pokok bersubsidi menjadi produk yang paling diminati warga karena harganya lebih murah. Salah satu warga Desa Menuran, Nurindar Sulistyorini, membenarkan hal itu dan mengaku rutin berbelanja di koperasi karena harganya lebih kompetitif dibanding toko lain, meski ia berharap stok barang, termasuk obat-obatan dan layanan pembayaran listrik, bisa dilengkapi.

Menko Zulkifli Hasan menegaskan, keberadaan KDKMP harus diikuti operasional yang nyata, bukan sekadar berdiri sebagai tempat berjualan, termasuk memastikan penempatan manajer dan penyaluran barang bersubsidi berjalan sesuai aturan. Ia juga mendorong koperasi ini berkembang menjadi pusat ekonomi desa yang turut menyerap produk petani dan pelaku usaha lokal. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.