Di tengah cuaca Kepulauan Maluku yang tidak menentu, petugas lapangan BRI harus bergelut dengan ombak Selat Haya menggunakan perahu fiber untuk menjangkau nasabah di Pulau Seram.

Peran petugas lapangan seperti ini menjadi ujung tombak inklusi keuangan di wilayah kepulauan, tempat kantor cabang bank sulit dibangun secara ekonomis namun kebutuhan pembiayaan tetap tinggi.

Bagi nelayan, akses ke pembiayaan formal berarti kemampuan membeli mesin, jaring, atau bahan bakar tanpa harus bergantung pada pemberi pinjaman informal dengan bunga jauh lebih tinggi.