PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menyampaikan surat balasan tertanggal 14 Oktober 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, menjawab surat BEI nomor S-13071/BEI.PP3/10-2026 tanggal 13 Oktober 2026 tentang permintaan penjelasan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Surat itu ditandatangani Direktur Utama Usli, dan dilaporkan ke sistem keterbukaan BEI secara elektronik oleh Direktur Nagian Toni pada 15 Oktober 2026 pukul 13.16. Dalam suratnya, perseroan merinci tujuh entitas anak dan lokasi operasinya: PT Karya Pratama Niagajaya di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara; PT Karya Mitra Andalan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara; PT Berlian Inti Mekar di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Siak, Riau; PT Dumai Paricipta Abadi di Kota Dumai, Riau; PT Mutiara Unggul Lestari di Kabupaten Siak, Riau; PT Intan Sejati Andalan di Kabupaten Bengkalis, Riau; dan PT Mega Sawit Sriwijaya di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Perseroan menyebut ketujuh entitas anak itu menyumbang sekitar 90 persen dari total pendapatan perusahaan.

Menjawab pertanyaan BEI soal dampak karhutla, Mahkota Group menyatakan kegiatan operasional tetap berjalan dan target produksi tahun 2026 tidak diubah, serta tidak ada unplanned shutdown di lokasi operasional mana pun. Perseroan juga menegaskan bahwa hingga saat surat ini dibuat, karhutla belum berdampak pada pendapatan, laba, maupun nilai aset perusahaan, dan baik perseroan maupun entitas anaknya tidak sedang menghadapi proses hukum atau sanksi administratif terkait karhutla, seperti penyegelan lahan, penyelidikan, gugatan, atau pencabutan izin.

Soal mitigasi, perseroan menjelaskan langkah jangka pendek berupa pemantauan wilayah operasional serta kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadam kebakaran, dibarengi koordinasi dengan pihak terkait. Untuk jangka panjang, perseroan menyebut akan memperkuat sosialisasi pencegahan, memelihara sarana pemadam kebakaran, dan melakukan evaluasi berkala. Perseroan menutup surat dengan menyatakan tidak ada informasi atau fakta material lain terkait karhutla yang belum diungkapkan ke publik.