PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, emiten dengan kode MKNT, menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Dalam dokumen resmi tersebut, nama perusahaan sudah berganti menjadi PT Remitra Global International Tbk, meski kode sahamnya tetap MKNT. Total aset perusahaan melonjak menjadi Rp1,47 triliun per akhir September 2026, naik hampir dua kali lipat dari Rp826,09 miliar pada akhir 2025.

Lonjakan aset ini terjadi setelah perusahaan mengonsolidasikan dua anak usaha baru, yaitu PT Citra Baru Steel, perusahaan dagang besi dan baja di Serang dengan total aset Rp1,24 triliun dan kepemilikan 99,99 persen, serta PT Radja Udang Malingping, usaha budidaya udang di Serang dengan aset Rp160,10 miliar dan kepemilikan yang sama. Konsolidasi ini membawa pos baru ke neraca, antara lain persediaan Rp637,37 miliar, aset tetap Rp421,81 miliar, dan goodwill Rp52,92 miliar. Akibatnya, ekuitas perusahaan berbalik dari defisit Rp7,35 miliar pada akhir 2025 menjadi positif Rp5,65 miliar pada akhir September 2026.

Di laporan laba rugi, penjualan bersih tercatat Rp312,70 miliar untuk sembilan bulan ini, dengan laba kotor Rp65,02 miliar dan laba bersih Rp15,16 miliar, berbalik dari rugi Rp1,54 miliar yang dibukukan sepanjang 2025. Laba per saham ikut berbalik menjadi Rp2,76, dari sebelumnya rugi Rp0,28 per saham.

Di sisi liabilitas, total utang perusahaan naik menjadi Rp1,46 triliun dari Rp833,44 miliar, didorong oleh pinjaman bank jangka pendek baru senilai Rp281,56 miliar dan utang usaha pihak ketiga Rp129,07 miliar. Meski membukukan laba, laporan arus kas menunjukkan kas yang justru terpakai untuk kegiatan operasi sebesar Rp48,47 miliar selama sembilan bulan tersebut.