PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan bahwa seorang direksi perseroan, yang tercatat dengan nama Samuel Sekuritas Indonesia sesuai Single Investor Identification (SID), menjual 611.331.200 saham NSSS pada 18 September 2026. Jumlah saham yang dimiliki direksi tersebut berkurang dari 3.956.944.700 lembar menjadi 3.345.613.500 lembar, sementara hak suaranya di perseroan turun dari 16,62% menjadi 14,06%.

Penjualan dilakukan lewat dua transaksi yang berstatus Repurchase Agreement, yakni perjanjian jual saham dengan janji membeli kembali yang biasa dipakai sebagai skema pembiayaan berbasis saham. Transaksi pertama melepas 304.484.200 saham pada harga Rp1.050 per saham dengan tujuan preterminate atau pengakhiran perjanjian repo lebih awal, senilai sekitar Rp319,71 miliar. Transaksi kedua melepas 306.847.000 saham pada harga Rp820 per saham dengan tujuan pencairan, senilai sekitar Rp251,61 miliar. Total nilai kedua transaksi ini sekitar Rp571,32 miliar.

Laporan ini merupakan yang ketiga dari direksi yang sama dalam sepekan terakhir terkait skema repo saham NSSS. Pada 17 September, direksi ini sudah melaporkan pelepasan 904 juta saham yang membuat hak suaranya turun ke 16,62%, dan pada 15 September melepas 1,18 miliar saham dengan hak suara turun ke 20,42%, setelah sebelumnya sempat menerima kembali saham dari pengembalian repo. Dengan laporan terbaru ini, hak suara direksi tersebut kini berada di 14,06%, level terendah dalam rangkaian laporan sepekan ini.