Samuel Sekuritas Indonesia, yang menjabat sebagai Direksi PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 11 September 2026 bahwa telah terjadi penjualan 289.304.200 lembar saham biasa NSSS. Transaksi dilakukan pada 10 September 2026 dengan harga Rp555 per saham, sehingga nilainya sekitar Rp160,56 miliar. Jenis transaksi tercatat sebagai repurchase agreement dengan tujuan yang disebutkan sebagai pencairan repo.

Sebelum transaksi ini, pelapor memegang 6.334.373.200 saham NSSS, setara 26,61% hak suara di perusahaan. Setelah penjualan, kepemilikannya turun menjadi 6.045.069.000 saham atau 25,40% hak suara. Dengan kata lain, saham yang dilepas kali ini setara 4,57% dari total kepemilikan pelapor sebelum transaksi.

Laporan ini melanjutkan rangkaian transaksi repo yang sama dengan yang diberitakan pada 7 September 2026, saat kepemilikan direksi ini justru naik ke 26,61% lewat mekanisme repo. Kali ini sebagian dari kenaikan tersebut dicairkan kembali, membawa hak suara pelapor turun ke level 25,40%.