Samuel Sekuritas Indonesia, yang menjabat sebagai anggota Direksi PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), melaporkan transaksi saham perusahaan ke Otoritas Jasa Keuangan pada 5 Oktober 2026. Dalam laporan tersebut tercatat dua transaksi dengan skema repurchase agreement atau repo, yakni saham dijaminkan lalu ditebus kembali. Transaksi pertama adalah penjualan 147.076.600 saham biasa seharga Rp760 per lembar, senilai sekitar Rp111,78 miliar, dengan tujuan pencairan repo. Transaksi kedua adalah pembelian 108.521.300 saham biasa seharga Rp690 per lembar, senilai sekitar Rp74,88 miliar, dengan tujuan menambah atau top up repo. Kedua transaksi tercatat pada tanggal yang sama.

Setelah kedua transaksi itu, jumlah saham NSSS yang dipegang Samuel Sekuritas Indonesia selaku direksi turun dari 8.274.869.100 lembar menjadi 8.236.313.800 lembar, berkurang 38.555.300 lembar. Hak suaranya di perusahaan ikut turun dari 34,77 persen menjadi 34,60 persen.

Laporan ini menyambung rangkaian transaksi repo serupa oleh direksi yang sama. Pada 28 September 2026, Samuel Sekuritas Indonesia juga melaporkan penambahan 1,51 miliar saham NSSS melalui mekanisme repo, yang saat itu mengubah hak suaranya ke 28,87 persen.