Samuel Sekuritas Indonesia, yang berstatus direksi PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 28 September 2026 bahwa kepemilikan sahamnya di NSSS bertambah dari 5.358.739.600 lembar menjadi 6.872.252.000 lembar, atau naik 1.513.512.400 lembar. Dengan penambahan ini, hak suaranya di perusahaan naik dari 22,51 persen menjadi 28,87 persen. Laporan tercatat dengan nomor surat LK/28092026/0009/1.

Penambahan saham ini berasal dari dua transaksi yang sama-sama berbentuk repurchase agreement, yakni saham yang dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman. Transaksi pertama sebanyak 170.805.300 lembar saham biasa dieksekusi pada harga Rp770 per saham dengan tujuan substitusi jaminan. Transaksi kedua, yang jauh lebih besar, sebanyak 1.342.707.100 lembar saham biasa pada harga Rp740 per saham dengan tujuan penempatan repo. Kedua transaksi tercatat sebagai kepemilikan langsung dan sama-sama dieksekusi pada 28 September 2026.

Perubahan ini merupakan bagian dari rangkaian transaksi terkait skema repo saham NSSS yang cukup ramai terjadi sejak 23 September 2026, ketika sejumlah pelapor lain di perusahaan ini juga melaporkan pelepasan maupun penambahan saham lewat mekanisme serupa, dengan hak suara yang berubah-ubah signifikan dalam rentang waktu singkat.