Samuel Sekuritas Indonesia, yang menjabat sebagai Direksi PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan perubahan kepemilikan sahamnya di NSSS pada 8 Oktober 2026. Sebelum transaksi, pelapor memegang 8.236.313.800 saham dengan hak suara 34,60 persen. Setelah transaksi, kepemilikannya menjadi 8.258.718.000 saham dengan hak suara 34,70 persen, atau bertambah 22.404.200 saham.

Penambahan itu berasal dari dua transaksi yang terjadi pada 6 Oktober 2026 melalui skema repurchase agreement (repo), yaitu menjaminkan saham untuk mendapat dana tunai dengan janji membeli kembali di kemudian hari. Pelapor membeli 276.302.400 saham biasa seharga Rp670 per saham untuk keperluan penempatan repo, dan menjual 253.898.200 saham biasa seharga Rp795 per saham untuk pencairan repo. Selisih antara pembelian dan penjualan itulah yang membuat kepemilikannya naik bersih 22.404.200 saham, setara 0,27 persen dari total kepemilikannya sebelum transaksi.

Laporan ini terbit tiga hari setelah laporan serupa dari pelapor yang sama pada 5 Oktober 2026, yang saat itu mencatat penurunan kepemilikan lewat mekanisme repo dan membawa hak suaranya ke 34,60 persen. Dengan laporan terbaru ini, hak suara Samuel Sekuritas Indonesia di NSSS kembali naik tipis menjadi 34,70 persen.