PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan bahwa anggota direksinya, Samuel Tumbuh Bersama, mencatat kenaikan kepemilikan saham perusahaan lewat skema repurchase agreement (repo) pada 14 September 2026. Sebelum transaksi, Samuel memegang 2.107.437.000 saham NSSS, setara 8,86 persen hak suara. Setelah transaksi, jumlah itu naik menjadi 3.349.088.700 saham atau 14,07 persen hak suara, bertambah 1.241.651.700 saham atau naik 58,9 persen dari kepemilikan sebelumnya.

Dalam laporan bernomor LK/15092026/0008/1 yang diterima pada 15 September 2026, tambahan kepemilikan itu tercatat sebagai saham biasa yang dikuasai secara tidak langsung, dengan tujuan transaksi disebutkan sebagai pengembalian saham dari perjanjian repo. Dokumen tidak mencantumkan harga transaksi, sesuai sifat repo yang merupakan pengembalian saham yang sebelumnya dijadikan jaminan atau dipinjamkan, bukan jual beli di pasar terbuka.

Pergerakan ini melanjutkan rangkaian transaksi repo yang sama dalam sepekan terakhir. Pada 11 September 2026, Samuel sempat melepas 289 juta saham NSSS lewat skema serupa, yang saat itu dibaca sebagai pencairan dari perjanjian repo yang justru pernah menaikkan kepemilikannya. Laporan kali ini menunjukkan arah sebaliknya dengan skala jauh lebih besar, mengembalikan porsi signifikan kendali suara kepada direksi tersebut.