PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menyampaikan hasil Public Expose Insidentil yang digelar Jumat, 11 September 2026, pukul 10.00 sampai 10.30 WIB, kepada Bursa Efek Indonesia. Acara ini dihadiri 258 peserta dari luar perusahaan, di luar jajaran manajemen dan karyawan. Perseroan diwakili oleh Direktur Utama Fu Pei Wen, Staff Khusus Direktur Utama Rendy Suryagama, dan Corporate Secretary Calvin Setiawan, dengan agenda meliputi gambaran bisnis dan pembaruan terkini, strategi ke depan, serta kinerja keuangan.

Dalam sesi tanya jawab, peserta bernama Johannes menagih penjelasan soal aksi korporasi yang sempat disebut Perseroan dalam surat tanggapan ke bursa. Manajemen membenarkan bahwa dalam waktu dekat mereka berencana meningkatkan kapasitas bijih nikel, meski belum bisa memberi rincian lebih lanjut. Perseroan menegaskan akan mematuhi seluruh aturan pasar modal, termasuk keterbukaan informasi ke publik dan persetujuan pemegang saham, bila aksi korporasi itu benar dijalankan. Pada pertanyaan lain, Tiffany Hartono menanyakan sikap manajemen atas kenaikan harga saham PACK. Manajemen menjawab tidak memiliki strategi khusus menjaga harga saham karena itu mekanisme pasar, sembari mengulang bahwa laba bersih Perseroan tercatat Rp190,7 miliar untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, dan menyebut dukungan berkelanjutan dari EEP selaku pemegang saham pengendali.

Peserta lain, Benjamin Bunggono, menanyakan hubungan antara Haji Isam dan CNGR mengingat Haji Isam tercatat sebagai pemegang saham PACK, serta sinergi apa yang diberikan. Manajemen menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang dimiliki Perseroan, Haji Isam adalah pemegang saham minoritas signifikan, bukan pengendali, sementara EEP tetap berstatus sebagai pemegang saham pengendali Perseroan.