Indonesia naik ke peringkat kedua dunia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, dari posisi kelima pada tahun sebelumnya, dan berada di peringkat keenam dunia versi laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026. Capaian ini diumumkan dalam Indonesia Muslim Friendly Travel Summit yang menjadi bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13, dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta International Convention Center, Kamis (16/10).
Bank Indonesia menyampaikan tiga langkah untuk memperkuat sektor ini, yaitu penggunaan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) untuk memetakan kesiapan tiap daerah, penyusunan peta jalan pariwisata ramah muslim nasional, serta pelatihan bagi pengelola desa wisata. Langkah ini dilengkapi layanan digital Indonesia Travel Pack yang diluncurkan bersama Kementerian Pariwisata pada September 2026, yang menggabungkan informasi destinasi, akses internet, dan layanan pembayaran dalam satu platform, sekaligus terhubung dengan sistem pembayaran lintas negara QRIS Antarnegara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut pasar wisatawan muslim dunia diproyeksikan mencapai 260 juta perjalanan dengan pengeluaran tahunan sekitar US$310 miliar. Untuk menjangkau pasar itu, pemerintah memperluas Portal Visit Indonesia yang memuat informasi destinasi ramah muslim di 38 provinsi, serta memakai asisten kecerdasan buatan bernama MaiA untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan. Secara global, industri pariwisata ramah muslim diperkirakan tumbuh dari US$249 miliar pada 2024 menjadi US$424 miliar pada 2029, sementara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional menargetkan pertumbuhan sektor ini naik dari 10,28 persen pada 2025 menjadi 13,08 persen pada 2029.
Dalam acara tersebut, Bank Indonesia meluncurkan kajian rekomendasi peta jalan pariwisata ramah muslim nasional sekaligus memberi penghargaan kepada 15 provinsi dengan capaian terbaik di IMTI, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Riau, Jambi, dan Batam. Rangkaian ISEF 2026 berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center.
