PT Pegadaian resmi meluncurkan layanan ATM Emas, mesin yang memungkinkan nasabah mengubah saldo Tabungan Emas digital menjadi emas batangan fisik secara instan. Layanan ini terhubung langsung dengan aplikasi Tring! by Pegadaian, sehingga nasabah tidak perlu lagi mengajukan permohonan cetak emas dan menunggu proses produksinya seperti sebelumnya. Bagi masyarakat yang menabung emas secara digital, ini berarti akses ke emas fisik jadi jauh lebih cepat dan tidak tergantung jam operasional outlet.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyebut peluncuran ATM Emas ini bertepatan dengan satu tahun perjalanan aplikasi Tring!. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem bulion, yakni ekosistem jual beli dan penyimpanan emas, yang lebih inklusif, modern, dan tepercaya di Indonesia. Pegadaian juga menyebut langkah ini mengukuhkan posisinya sebagai pionir Bullion Bank, istilah untuk lembaga yang mengelola emas dari simpanan digital hingga bentuk fisik dalam satu sistem.

Dari sisi teknis, nasabah bisa menarik emas batangan murni dengan bobot mulai 1 gram hingga 100 gram lewat ATM Emas, tergantung ketersediaan stok di mesin saat itu. Emas fisik yang keluar dari mesin ini dicetak oleh Galeri 24, anak usaha Pegadaian yang bergerak di bidang perhiasan dan logam mulia. Proses penarikannya dirancang mandiri: nasabah memilih menu transaksi di aplikasi Tring!, memindai kode QR di layar mesin, menyetujui pembayaran, lalu memasukkan kode verifikasi sebelum emas batangan keluar dari mesin.

Sebelum ada ATM Emas, nasabah yang ingin memegang emas fisik dari saldo tabungan digitalnya harus mengajukan permohonan cetak lebih dulu, lalu menunggu estimasi waktu produksi sebelum bisa mengambilnya di outlet Pegadaian. Dengan kehadiran mesin ini, proses tersebut dipotong jadi hitungan menit di depan mesin, tanpa perlu antre atau menunggu hari kerja berikutnya.