PT Pegadaian mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan perusahaan, termasuk yang mencatut nama Pegadaian sendiri. Peringatan ini penting karena pelaku kerap memanfaatkan harapan pencari kerja dengan mengirim surat panggilan wawancara palsu, logo, dan dokumen yang dibuat menyerupai surat resmi perusahaan.

Direktur Human Capital Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, menjelaskan salah satu modus yang paling sering ditemukan adalah surat panggilan wawancara di kantor Pegadaian yang mewajibkan pelamar membeli tiket transportasi atau akomodasi lewat agen perjalanan tertentu, dengan janji biaya itu akan diganti setelah pelamar membayar lebih dulu. Modus lain berupa undangan wawancara daring lewat aplikasi rapat virtual yang kemudian meminta pelamar mentransfer sejumlah uang, dengan dalih itu bagian dari prosedur penerimaan karyawan.

Tribuana menegaskan bahwa Pegadaian tidak pernah memungut biaya apa pun selama proses seleksi karyawan, tidak pernah bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan tidak pernah membebankan biaya akomodasi kepada calon pelamar. Pegadaian menyebut ada enam ciri yang bisa dipakai mengenali rekrutmen palsu, dengan permintaan pembayaran selama proses seleksi sebagai tanda yang paling penting untuk diwaspadai.