CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengonfirmasi pemerintah telah sepakat membentuk perusahaan BUMN baru di sektor tekstil, seusai rapat terbatas di Istana yang membahas industri tekstil, Selasa (22/9/2026). Rosan menegaskan kesepakatan itu sudah bulat, tetapi kapan perusahaan ini benar-benar berdiri masih belum bisa dipastikan.

Menurut Rosan, BUMN baru ini tidak dirancang sebagai pemain tunggal yang membangun segalanya dari nol. Perusahaan ini akan berperan sebagai integrator, yakni pihak yang menghubungkan dan mengoordinasikan kerja sama dengan perusahaan tekstil yang sudah berjalan, terutama yang dinilai punya potensi dari sisi mesin dan teknologi produksinya. Pengembangan bersama itu akan diarahkan dalam satu kawasan terintegrasi.

Rosan menyebut tekstil dilirik pemerintah karena kemampuannya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun ia menegaskan Danantara tetap mensyaratkan tingkat pengembalian investasi yang baik sebelum dana benar-benar dikucurkan, sehingga skala dan waktu peluncuran BUMN tekstil ini masih bergantung pada kalkulasi tersebut.