Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong percepatan implementasi tiga perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif yang akan segera berlaku, yakni dengan Uni Eropa (I-EU CEPA), Kanada (I-CA CEPA), dan Uni Ekonomi Eurasia yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan (I-EAEU FTA). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut akses pasar yang lebih luas lewat penurunan tarif ini penting, tetapi baru bermakna kalau benar-benar dimanfaatkan eksportir Indonesia, bukan sekadar tersedia di atas kertas.
Berdasarkan analisis dampak yang dikutip Kementerian Koordinator Perekonomian, I-EU CEPA diperkirakan bisa mendongkrak ekspor Indonesia hingga US$10,9 miliar, I-CA CEPA sekitar US$1,6 miliar, dan I-EAEU FTA antara US$2,2 miliar hingga US$2,89 miliar. Angka-angka ini adalah proyeksi potensi menurut pemerintah, bukan hasil yang sudah tercapai, dan dihitung dari selisih antara nilai ekspor yang sudah berjalan saat ini dengan nilai ekspor yang secara teori masih bisa digenjot di masing-masing pasar tujuan.
Untuk pasar Uni Eropa, EFTA, dan Inggris, pemerintah membidik kelapa sawit dan produk turunannya, kendaraan bermotor, kopi, kakao, karet dan produk karet, besi dan baja, kayu olahan, serta produk perikanan. Ke Kanada, sasaran utamanya mineral dan logam, produk kimia, kendaraan, kayu dan karet, mesin dan peralatan elektronik, ditambah makanan dan minuman, hasil laut, alas kaki, produk kayu olahan, elektronik, otomotif, dan produk kerajinan. Sementara ke kawasan Eurasia, incarannya produk kimia, produk nabati, kendaraan, mineral dan logam, serta kayu, kertas, karet, dan plastik, dengan komoditas spesifik seperti sawit, alas kaki, udang, karet alam, kopi, dan minyak atsiri yang mendapat tarif lebih menguntungkan.
Airlangga menyebut langkah selanjutnya adalah menyelaraskan pemanfaatan ketiga perjanjian ini dengan komoditas yang basis produksinya kuat di dalam negeri dan punya permintaan besar di negara mitra, agar manfaat perjanjian dagang benar-benar terasa pada kinerja ekspor nasional.
