PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), melalui inisiatif TAP Untuk Negeri, menggelar pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) bagi petani swadaya di sekitar wilayah operasional PT Dwiwira Lestari Jaya di Kalimantan Timur. Tujuannya menaikkan produktivitas kebun sawit rakyat agar mendekati standar yang dipakai perkebunan korporasi. Ini penting karena sebagian besar lahan sawit Indonesia dikelola petani mandiri yang selama ini kerap kalah hasil dibanding perkebunan besar.
Batch ke-109 ini melibatkan 42 petani swadaya yang dibimbing praktisi dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri sawit. Materinya mencakup seluruh rangkaian pengelolaan kebun, dari pembibitan, pemupukan, pengendalian hama, sampai manajemen panen, termasuk teknik teknis seperti penyemprotan hama secara tertarget (spot spraying) dan pengaturan pemangkasan pelepah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut produktivitas dan kualitas sawit rakyat hanya bisa naik lewat pendampingan, transfer pengetahuan, dan kolaborasi yang kuat.
Partisipasi perempuan pada batch terakhir mencapai 40 persen, menandakan pelatihan pengelolaan kebun kini menjangkau lebih banyak kalangan di masyarakat, tidak hanya petani laki-laki yang biasanya dominan di sektor ini. Jarmansyah, perwakilan Pemerintah Desa Biatan Ulu, Kabupaten Berau, menyambut program ini karena menurutnya banyak petani di wilayahnya yang sudah lama bertani namun hasilnya belum memuaskan, dan ia berharap pelatihan ini menambah wawasan sekaligus hasil kebun warga.
TAP menyebut program ini berkelanjutan, dengan harapan petani swadaya mengadopsi praktik budidaya yang lebih efisien dan bertanggung jawab secara mandiri ke depannya.
