Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan kinerja sektor kelautan dan perikanan tumbuh dalam dua tahun terakhir, bertepatan dengan masuknya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke tahun kedua. Menurut KKP, penerimaan negara dari sektor ini, volume produksi, kontribusi ke produk domestik bruto, dan nilai ekspor perikanan semuanya naik dibanding tahun sebelumnya. Data ini relevan karena menyangkut pendapatan negara, mata pencarian nelayan dan pembudidaya ikan, serta posisi Indonesia di pasar hasil laut global.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ini, yaitu setoran selain pajak yang masuk ke kas negara dari izin dan pungutan perikanan, naik dari Rp2,208 triliun pada 2024 menjadi Rp2,405 triliun pada 2025. Sampai September 2026, KKP mencatat PNBP sementara sudah mencapai Rp1,645 triliun. Volume produksi perikanan nasional, gabungan tangkapan laut dan budidaya, juga naik dari 23,56 juta ton pada 2024 menjadi 26,25 juta ton pada 2025, dengan capaian 19,89 juta ton hingga triwulan III 2026.
Pertumbuhan PDB dibanding triwulan yang sama tahun lalu. Turun 0,32 poin dibanding Triwulan I 2026.
Sumber: Badan Pusat Statistik, [Seri 2010] Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010. Diolah The Signal.
Kontribusi sektor perikanan terhadap produk domestik bruto, yakni porsi sektor ini dalam total nilai ekonomi nasional, tumbuh dari 0,68 persen pada 2024 menjadi 4,95 persen pada 2025, dan menurut KKP sempat mencapai 6,86 persen pada triwulan II 2026. Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor hasil perikanan Indonesia naik dari US$5,95 miliar pada 2024 menjadi US$6,27 miliar pada 2025, dengan realisasi US$4,23 miliar hingga Agustus 2026.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pengelolaan sektor ini diarahkan seproduktif mungkin tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem perikanan. Ia menyebut KKP saat ini menjalankan enam program prioritas, yaitu Kampung Nelayan Merah Putih, budidaya perikanan darat tematik, kawasan industri garam nasional, revitalisasi tambak Pantura, budidaya udang terintegrasi, dan modernisasi kapal perikanan, yang menurutnya ditujukan untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja sekaligus mendongkrak daya saing hasil perikanan di pasar domestik maupun global.
