PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merilis hasil pengukuran dampak program pembiayaan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau Mekaar untuk periode 2022 hingga 2024. Dari hitungan Social Return on Investment, yakni rasio manfaat sosial dibanding modal yang dikeluarkan, setiap Rp1 yang disalurkan lewat Mekaar diklaim menghasilkan nilai manfaat ekonomi dan sosial sebesar Rp1,81, atau 181 persen. Angka ini penting karena menunjukkan bahwa pembiayaan ultra mikro bagi pedagang kecil dan ibu rumah tangga tidak berhenti pada modal usaha semata, tapi berimbas lebih jauh ke pendapatan, lapangan kerja, dan kepercayaan diri nasabah.
Porsi manfaat terbesar, 33,87 persen, datang dari kenaikan pendapatan usaha nasabah. Sisanya tersebar ke terbukanya lapangan kerja baru di tingkat lokal serta naiknya optimisme nasabah terhadap masa depan usahanya. Riset ini juga mencatat kemampuan nasabah secara keseluruhan meningkat 36 persen, dengan lonjakan tertinggi pada pemahaman mengelola keuangan, mulai dari mencatat transaksi hingga mengatur pinjaman, yang melonjak 53,18 persen. Kepercayaan diri nasabah dalam mengambil keputusan bisnis dan menangkap peluang pasar juga naik lebih dari 40 persen.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan perubahan kapabilitas nasabah menjadi kunci dampak yang berkelanjutan. Menurutnya, begitu nasabah makin mampu, dampaknya tidak berhenti pada diri nasabah sendiri, melainkan ikut memengaruhi cara mereka menjalankan usaha, mengurus keluarga, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Bagi PNM, keberhasilan program pembiayaan tidak diukur hanya ketika modal berubah menjadi stok dagangan, melainkan ketika nasabah memiliki pijakan finansial yang kuat dan keyakinan untuk terus berkembang menuju kesejahteraan keluarga.
