PNM Terbitkan Orange Bond Rp2,59 T, Oversubscribed
PNM menerbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk senilai Rp2,59 triliun, oversubscribed 1,73 kali, untuk memperkuat pembiayaan usaha ultra mikro perempuan lewat program Mekaar.
7 Oktober 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro, uang tambahan untuk modal sering jadi penentu apakah mereka bisa menambah stok dagangan atau memperluas usaha. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali mengumpulkan dana segar untuk kebutuhan itu lewat penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk pada September 2026, dengan total dana yang terkumpul mencapai Rp2,59 triliun. Dana ini akan mengalir ke program Mekaar, yaitu pembiayaan yang disalurkan PNM khusus kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro di berbagai pelosok Indonesia.
Minat investor terhadap surat utang ini ternyata jauh melampaui target awal. PNM semula hanya menawarkan Rp1,50 triliun, tetapi permintaan yang masuk mencapai 1,73 kali dari jumlah itu, sehingga dana yang akhirnya dihimpun naik menjadi Rp2,59 triliun. Ada dua jenis surat utang yang diterbitkan sekaligus, yaitu obligasi bertenor satu tahun dengan bunga 7,05 persen per tahun, dan sukuk bertenor tiga tahun dengan imbal hasil 7,10 persen per tahun. Kedua instrumen ini merupakan tahap keempat dan kelima dari satu program penerbitan surat utang berkelanjutan milik PNM yang sudah berjalan sejak sebelumnya.
Orange Bond dan Orange Sukuk termasuk instrumen keuangan berwawasan sosial yang dirancang agar dananya dipakai untuk kegiatan yang memperhatikan kesetaraan gender, salah satunya memberi akses modal kepada perempuan. Hal ini sejalan dengan bisnis utama PNM lewat program Mekaar. Penerbitan ini juga terjadi di tengah kondisi pasar keuangan global yang belum stabil pada awal 2026, mulai dari kenaikan harga minyak, konflik geopolitik yang berkepanjangan, hingga tekanan inflasi dan suku bunga. Meski begitu, PNM menyebut investor tetap memberi respons positif terhadap penerbitan ini.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan Orange Bond menjadi salah satu cara PNM menyediakan sumber pembiayaan yang sejalan dengan misi pemberdayaan perempuan. Ia menambahkan bahwa akses pembiayaan akan lebih bermanfaat jika disertai pendampingan usaha, supaya perempuan pelaku usaha ultra mikro bisa mengembangkan usahanya secara bertahap.
Artikel ini informasi, bukan ajakan atau rekomendasi membeli maupun menjual instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi beserta risikonya sepenuhnya tanggung jawab pembaca.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.