PT PAL Indonesia tengah menyiapkan galangan kapal baru di Desa Sidokelar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Fasilitas ini dirancang untuk melayani berbagai jenis kapal, mulai dari kapal niaga biasa hingga kapal perang dan kapal selam. Ketua Tim Penyertaan Modal Negara (PMN) PT PAL, Uut Tata Wijaya, menyebut proyek ini sebagai upaya perusahaan pelat merah tersebut memperluas kapasitas reparasi dan pembuatan kapal di dalam negeri.

Lokasi Sidokelar dipilih PT PAL setelah melakukan survei ke belasan daerah lain, termasuk Batam dan Kalimantan. Uut menjelaskan kawasan itu punya sejumlah keunggulan, seperti riwayat pernah digunakan sebagai galangan kapal, kedalaman laut yang memadai, dan garis pantai yang panjang, sehingga dinilai paling cocok dibanding lokasi lain yang disurvei.

Potensi pasar reparasi kapal di Jawa Timur, menurut Uut, masih jauh dari terlayani. Berdasarkan data yang dipegang PT PAL, ada sekitar 22.891 kunjungan kapal ke Jawa Timur setiap tahun, sementara kapasitas galangan yang tersedia saat ini hanya mampu menangani sekitar 984 kapal, atau sekitar 4,29 persen dari total kunjungan itu. Selain membidik pasar Jawa Timur, PT PAL juga menyasar kapal-kapal dari wilayah timur dan tengah Indonesia, yang selama ini menghadapi biaya perbaikan lebih mahal akibat keterbatasan fasilitas galangan di daerah tersebut.

Untuk tahap awal, galangan di Paciran ini akan difokuskan pada perbaikan kapal, mencakup kapal kargo, tongkang, hingga kapal perang. Uut menyebut pembangunan kapal baru baru akan dilakukan belakangan, kalau memang ada kebutuhan. Ia menambahkan, kondisi perairan di sekitar galangan memungkinkan untuk menangani uji coba kapal militer berukuran besar, termasuk kapal selam, karena kedalaman lautnya dinilai mencukupi.