PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha Pertamina yang mengelola kapal penunjang, operasional pelabuhan, layanan maritim, dan pangkalan logistik pesisir, tengah memperkuat langkah menuju kapal ramah lingkungan atau green vessel. Dalam sambutan di acara syukuran HUT ke-57 PTK pada 9 September 2026 di Jakarta, Direktur Utama Harris Abdi Sembiring Meliala menyebut modernisasi, digitalisasi, dan kapal penunjang ramah lingkungan sebagai arah utama perusahaan ke depan. Perusahaan yang berdiri sejak 1969 dengan nama PT Pertamina Tongkang ini berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental pada 2011.

Era kapal ramah lingkungan di PTK dimulai pada 2019 lewat Transko Rajawali, kapal tunda sepanjang 34 meter yang diklaim sebagai kapal berbahan bakar ganda solar dan gas alam cair (LNG) pertama di Indonesia. Langkah itu berlanjut pada 11 Juni 2026, ketika PTK memasang pembangkit listrik tenaga surya di kapal Oil Barge Patra 2303. Perusahaan mengklaim pemasangan panel surya ini mampu memangkas emisi karbon hingga 79,2 ton CO2 per tahun sekaligus mengurangi ketergantungan kapal pada bahan bakar solar.

Sebagai langkah lanjutan, PTK menyiapkan uji coba sistem manajemen baterai atau battery management system pada kapal mulai 2027, sebagai bagian dari pengembangan teknologi pendukung pelayaran hijau. Harris menyebut PTK saat ini mengoperasikan 370 kapal milik sendiri ditambah sekitar 82 unit kapal sewaan, dan berencana menambah kapal baru untuk meremajakan armada yang ada demi menjaga kemampuan operasional dan layanan kepada pelanggan.