PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) menjawab permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia lewat surat nomor S-11878/BEI.PP3/09-2026 tanggal 11 September 2026, terkait lonjakan aktivitas dan harga saham perseroan pada 9 September 2026. Dalam surat balasan bernomor 055/DIR-KA-CORSEC/IX/2026 yang diteken Corporate Secretary Salsabila Firdausa pada 14 September 2026, RSGK menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa memengaruhi nilai sahamnya atau keputusan investasi pemodal. Perseroan juga mengaku telah menelaah Daftar Pemegang Saham pada tanggal volatilitas tersebut dan tidak menemukan aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan dan penjaminan saham.

Soal rencana aksi korporasi, RSGK mengaku secara berkala menjajaki dan mengkaji berbagai peluang strategis untuk mengembangkan bisnisnya, namun menegaskan hal itu masih berupa persiapan internal, belum ada keputusan final atau jadwal pelaksanaan. Perseroan menyebut tidak ada rencana aksi korporasi yang akan berdampak pada pencatatan sahamnya di bursa dalam tiga bulan ke depan, dan tidak ada informasi material lain yang belum diungkap ke publik.

Terkait niat pemegang saham utama, Corporate Secretary menyampaikan telah berkonfirmasi langsung kepada Pemegang Saham Pengendali dan Utama. Hasilnya, pengendali menyatakan memiliki kepercayaan tinggi terhadap prospek bisnis RSGK di sektor layanan kesehatan, yakni RS Grha Kedoya, dan akan tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya di perseroan.