PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) mengoreksi laporan Ringkasan Risalah RUPS Tahunan yang sebelumnya disampaikan pada 2 Juli 2026, menyusul Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 30 Juni 2026 di Hotel Grand Zuri BSD, Tangerang Selatan. Rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 5.988.029.074 saham, atau sekitar 81,19 persen dari total 7.375.720.674 saham dengan hak suara Perseroan, dan seluruh empat agenda disetujui bulat tanpa ada suara menolak atau abstain. Pemegang saham mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan auditan tahun buku 2025, sekaligus memberi pembebasan tanggung jawab penuh kepada jajaran direksi dan komisaris atas pengurusan sepanjang tahun tersebut. Perseroan juga memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 karena laba tahun berjalan belum diatribusikan kepada pemegang saham.
Selain itu, RUPST memberi kuasa kepada Dewan Komisaris, dengan memperhatikan rekomendasi Komite Audit, untuk menunjuk kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 beserta menetapkan honorariumnya. Dewan Komisaris juga diberi wewenang menetapkan gaji dan tunjangan bagi jajaran direksi dan komisaris untuk tahun buku 2026, tanpa disebutkan angka nominalnya dalam dokumen ini.
Perubahan paling konkret ada pada susunan direksi. RUPST menyetujui restrukturisasi yang menghapus jabatan Direktur Pemasaran, memberhentikan dengan hormat Irwansyah Hakim Noor dari posisi tersebut, serta memberhentikan Moch Dody Supriyadi dari jabatan Direktur Operasional. Sebagai gantinya, Bambang Eko Prabowo diangkat sebagai Direktur Operasional baru untuk periode 30 Juni 2026 sampai 30 Juni 2031. Sejak penutupan rapat, fungsi pemasaran, penjualan, pengembangan pasar, hubungan keagenan, dan strategi komersial Perseroan berada langsung di bawah koordinasi Direktur Utama Khufran Hakim Noor, dengan pelaksanaan harian didelegasikan ke divisi Sales/Marketing/Business Development. Susunan direksi kini hanya tiga orang, yaitu Khufran Hakim Noor sebagai Direktur Utama, Hugofeber Parluhutan Silalahi sebagai Direktur Keuangan, dan Bambang Eko Prabowo sebagai Direktur Operasional, sementara Dewan Komisaris tidak berubah dengan Arvan Rivaldy R Siregar sebagai Komisaris Utama dan Gunawan Wisaksono sebagai Komisaris Independen.
Resume notaris yang menyertai laporan ini merinci pemegang saham yang hadir dalam rapat. Khufran Hakim Noor tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan 3.486.806.674 lembar saham, disusul Arvan Rivaldy R Siregar dengan 1.756.650.000 lembar saham, sementara sisanya tersebar di antara dua direktur yang diberhentikan, beberapa pemegang saham lain, dan publik. Rapat dipimpin oleh Komisaris Independen Gunawan Wisaksono, dan seluruh keputusan dituangkan dalam akta notaris Tiara Widyantine nomor 148 tertanggal 30 Juni 2026.
