PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) menjelaskan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) penyebab lonjakan harga sahamnya yang tercatat naik dari Rp432 pada 27 Agustus 2026 menjadi Rp525 pada 7 September 2026, atau naik Rp93 setara 21,53 persen dalam sepekan. Penjelasan itu disampaikan menyusul surat permintaan klarifikasi dari BEI bernomor S-11504/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 9 September 2026, yang juga mencatat rata-rata aktivitas perdagangan saham MSJA menurun menjadi 14.698.557 saham dengan frekuensi 1.246 kali transaksi, dibandingkan dengan hari bursa 27 Agustus 2026 yang mencatat 20.671.400 saham dengan frekuensi 483 kali transaksi.

Dalam surat balasan bernomor MSJA-IDX/0926/001 tertanggal 10 September 2026 yang ditandatangani Direktur Roslin Octavia Basuki, manajemen MSJA menyatakan seluruh informasi material yang wajib diungkapkan sesuai Peraturan OJK Nomor 31/POJK.04/2015 sudah tercakup dalam prospektus penawaran umum perdana saham perusahaan, dan hingga surat ini terbit tidak ada informasi tambahan yang perlu diungkapkan ke publik. Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu, tidak berencana melakukan aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan yang berdampak pada pencatatan sahamnya di bursa, serta tidak ada informasi material lain yang dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha yang belum diungkapkan.

Terkait rencana pemegang saham utama, manajemen menyebut pemegang saham utama dan pengendali perusahaan belum memiliki rencana apa pun terkait kepemilikan sahamnya di MSJA hingga surat ini diterbitkan.