PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menyampaikan laporan hasil Paparan Publik Tahunan 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia. Acara berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, sebagai bagian dari Public Expose LIVE 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia bersama KPEI dan KSEI dalam rangka memperingati 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Sesi paparan publik diikuti 95 peserta dan dilanjutkan konferensi pers yang diikuti 34 peserta, dengan manajemen yang hadir yaitu Wakil Direktur Utama Ang Andri Pribadi, Direktur Sumarni, dan Sekretaris Perusahaan Lidiana Widjojo yang juga membawakan materi paparan.

Dalam sesi tanya jawab, seorang analis bernama Daniel mempertanyakan apakah kenaikan pembayaran dividen Perseroan dibiayai lewat utang jangka pendek, mengingat liabilitas jangka pendek naik 48%, rasio lancar turun ke 439%, dan rasio pembayaran dividen naik ke sekitar 72-76%. Manajemen menjawab bahwa dividen dibayar dari kas internal, bukan utang, dengan posisi kas dan setara kas Perseroan masih di atas Rp1 triliun. Kenaikan liabilitas jangka pendek dijelaskan berasal dari utang dividen sebesar Rp219,77 miliar per 30 Juni 2026, yaitu dividen final tahun buku 2025 yang disetujui RUPST pada 5 Juni 2026 dan sudah dibayarkan pada 2 Juli 2026.

Soal kinerja penjualan, manajemen mengungkapkan penjualan ke Korea Selatan melonjak lebih dari 6.000 persen karena adanya distributor baru yang berkinerja baik, dan menegaskan lonjakan itu tidak terkait dengan kepemilikan saham Perseroan sebesar 7,8% di POSCO IJPC yang sudah dimiliki sejak lama. Sebaliknya, penjualan ke Australia turun 29,05% dan ke Eropa turun 8,27% akibat penyesuaian stok di level distributor serta pelemahan ekonomi, termasuk dampak berkelanjutan konflik Rusia-Ukraina di Eropa. Penjualan domestik justru tumbuh 11,49%, didukung pembukaan cabang baru di Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Tangerang, Surabaya, Makassar, dan Samarinda. Manajemen juga menjelaskan bisnis dump truck lewat anak usaha PT Hydraxle Perkasa yang diakuisisi sejak 2012 tengah pulih pada semester I 2026 setelah melemah pada 2024-2025, sementara pengembangan produk HVAC dan air purifier disebut sejalan dengan kompetensi inti filtrasi Perseroan untuk mengantisipasi transisi ke kendaraan listrik.

Menjawab pertanyaan investor Vinko Satrio Pekerti soal rencana merger atau akuisisi, manajemen menyatakan belum ada rencana dalam waktu dekat, namun Perseroan tetap terbuka mencermati peluang yang mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang secara selektif.