PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang telah diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Laporan diaudit oleh KAP Mirawati Sensi Idris dengan partner penanggung jawab Mulyadi, dan memperoleh opini wajar tanpa modifikasian atau opini bersih. Perusahaan membukukan pendapatan neto US$78,74 juta, naik tipis dari US$76,25 juta pada semester I 2025, sementara laba bersih melonjak dari US$6,99 juta menjadi US$20,29 juta. Laba per saham dasar ikut naik dari US$0,0010 menjadi US$0,0029.

Kenaikan laba tidak hanya berasal dari kegiatan usaha inti. Laba usaha memang tumbuh dari US$14,82 juta menjadi US$19,21 juta, tetapi kontribusi besar lainnya datang dari pos di luar usaha pokok, yaitu keuntungan pelepasan aset tetap sebesar US$7,35 juta, berbalik dari rugi US$367.364 pada periode yang sama tahun lalu. Dalam laporan arus kas, perusahaan mencatat penerimaan tunai US$34 juta dari penjualan kapal, sementara pada saat bersamaan mengeluarkan US$93,22 juta untuk membeli aset tetap baru, jauh lebih besar dari US$27,52 juta pada semester I 2025. Belanja modal ini sebagian dibiayai dari pinjaman bank baru senilai US$58,5 juta, naik dari US$29,75 juta tahun sebelumnya.

Di sisi neraca, total aset naik dari US$603,52 juta menjadi US$651,22 juta, dan total ekuitas naik dari US$406,65 juta menjadi US$426,26 juta. Namun kas dan setara kas turun tajam dari US$21,78 juta menjadi US$9 juta, dan rasio lancar perusahaan melemah dari 90 persen menjadi 73 persen. Perusahaan juga membayar dividen tunai US$793.994 selama periode berjalan dan mencatat utang dividen US$790.659 yang belum dibayarkan per 30 Juni 2026. Auditor mencantumkan satu hal audit utama, yaitu penilaian nilai tercatat kapal Grup yang mencapai US$336,96 juta neto, karena nilainya signifikan terhadap laporan posisi keuangan dan ditelaah setiap tahun oleh manajemen. Laporan juga mencantumkan dua entitas anak baru yang mulai beroperasi pada 2026, yaitu Soechi Eternity Maritime FZCO di Uni Emirat Arab dan Great Ocean Marine Ltd di Kepulauan Marshall, sementara Eternity Ocean Maritime Ltd di Marshall Islands belum beroperasi secara komersial.