Pemerintah menyatakan pasokan bahan bakar minyak di tingkat nasional masih dalam kondisi aman, sembari mengalihkan perhatian ke perbaikan jalur pengiriman ke berbagai daerah. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meminta Pertamina menambah kapal pengangkut BBM, terutama untuk rute dari Jawa Timur ke Bali dan daerah lain yang bergantung pada jalur laut. Langkah ini penting karena menyangkut kelancaran pasokan energi bagi masyarakat di wilayah yang akses daratnya terbatas.

Bahlil menyebut cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 16 sampai 18 hari konsumsi, angka yang menurutnya masih tergolong aman. Ia menegaskan tidak ada kendala di sisi produksi maupun kapasitas kilang pengolahan, sehingga masalah yang perlu segera diatasi murni soal jalur pengiriman dari titik produksi ke daerah konsumen.

Khusus untuk BBM jenis RON 90, ketersediaannya saat ini di bawah 20 hari akibat perubahan kebiasaan masyarakat yang makin banyak beralih memakai jenis bahan bakar ini. Bahlil memperkirakan stok akan kembali ke level normal 20 hari dalam waktu sekitar satu minggu.

Di sisi lain, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk praktik penggunaan tangki modifikasi untuk memborong BBM bersubsidi lalu menjualnya kembali dengan harga industri. Bahlil meminta aparat menindak tegas pelaku praktik tersebut agar subsidi benar-benar sampai ke pihak yang berhak.