PT Remitra Global International Tbk (MKNT) melaksanakan paparan publik insidentil pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 10.00 hingga 11.00 WIB di Mediterania Function Room, Pacific Place Mall, Jakarta Selatan. Direktur Utama Santoso Widjojo dan Direktur Jehuda Ebenhaezer Winata memaparkan tiga pokok bahasan: profil entitas anak Perseroan, profil manajemen, serta struktur permodalan setelah pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dan rencana Perseroan ke depan. Acara ini dihadiri 25 peserta eksternal, terdiri dari media, sekuritas, dan investor individu, di luar jajaran manajemen dan karyawan Perseroan.

Pertanyaan yang paling disorot peserta adalah kapan suspensi perdagangan saham Perseroan akan dibuka kembali. Direksi menjawab bahwa Perseroan terus berupaya memenuhi persyaratan Bursa Efek Indonesia, salah satunya membuktikan posisi ekuitas sudah positif. Pembuktian itu akan disampaikan lewat Laporan Keuangan per 30 September 2026 atau laporan keuangan insidentil pasca pelaksanaan PMTHMETD yang disebut akan segera diterbitkan. Perseroan menyatakan saat ini masih berkoordinasi dengan Bursa dan otoritas terkait permohonan pembukaan kembali perdagangan sahamnya.

Soal anak usaha baja, PT Citra Baru Steel (CBS) disebut memiliki kapasitas terpasang 300.000 ton per tahun, namun tingkat utilisasinya baru berkisar 40 sampai 50 persen. Direksi mengaku optimistis utilisasi bisa naik seiring program-program strategis pemerintah, dan menegaskan dana penyertaan modal ke CBS dipakai untuk kebutuhan modal kerja serta rencana investasi pengembangan usaha CBS, sesuai yang sudah diungkapkan sebelumnya dalam keterbukaan informasi Perseroan. Untuk anak usaha udang PT Radja Udang Malingping (RUM), Perseroan menyatakan bisnisnya masih berfokus pada pasar lokal tapi tidak menutup kemungkinan membuka ekspor jika dinilai menguntungkan pemegang saham. Terkait rencana masuk ke sektor energi baru terbarukan, Perseroan mengatakan belum mengambil keputusan konkret dan masih mencari mitra berpengalaman sebagai prasyarat sebelum menjajaki sektor itu.