Sebanyak 25 usaha kecil dan menengah (UKM) binaan program Campuspreneur Kementerian Perdagangan tampil untuk pertama kalinya di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Hingga hari kedua pameran, Kamis (15/10), UKM yang berasal dari 20 perguruan tinggi ini membukukan potensi transaksi senilai US$22,56 juta. Pencapaian ini jadi uji coba pertama apakah usaha rintisan berbasis kampus bisa menembus pasar ekspor lewat pameran dagang internasional.

Dari total potensi tersebut, US$21,46 juta sudah berbentuk penandatanganan letter of intent (LoI), yakni surat niat kerja sama dari pembeli asing yang belum berupa kontrak jual beli resmi. Sisanya, US$1,1 juta, masih berupa kontak dagang yang baru dijajaki. Pembeli yang menandatangani LoI berasal dari Jepang, Belanda, Hong Kong, dan Taiwan. Peserta Campuspreneur dipilih melalui kurasi dari 80 UKM yang dinilai punya potensi ekspor, mencakup usaha yang dijalankan mahasiswa, alumni, dosen, maupun UKM binaan kampus.

Empat UKM kampus yang telah mengantongi LoI adalah Futra Export dan Pustaka Dagang dari Binus University, Worldwise dari Telkom University, serta Inofarm dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sementara itu, Sangreat dari Institut Pertanian Bogor dan Colorfood Indonesia dari Universitas Diponegoro masih dalam tahap penjajakan dengan calon pembeli. Produk yang diminati mencakup komoditas seperti kakao, kayu manis, gula aren, dan minyak kelapa murni, hingga produk olahan kelapa seperti arang dan karbon aktif. Ada pula produk bernilai tambah seperti pengendali hama alami dan platform edukasi bahasa berbasis permainan interaktif.

Sebelum tampil di TEI, peserta Campuspreneur mengikuti pelatihan teknik ekspor, desain ulang produk, serta sesi penjajakan kerja sama bisnis dengan calon pembeli. Worldwise, start up pembelajaran bahasa asal Telkom University, merasakan manfaatnya setelah mendapat LoI dari mitra Belanda. "Dari Campuspreneur, banyak sekali yang kami dapatkan, terutama dari sisi jejaring. Salah satunya kami mendapat LOI dengan pihak Belanda," kata CEO Worldwise, Moses. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Dari Lokal untuk Global yang digagas Kemendag untuk mendorong UKM berbasis perguruan tinggi menuju pasar ekspor.