PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) melaporkan laba bersih periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 sebesar Rp1,53 miliar, turun 82 persen dari Rp8,53 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Penurunan ini terjadi meski pendapatan bersih perusahaan naik 14 persen menjadi Rp155,71 miliar, karena beban bunga dan keuangan naik 17 persen menjadi Rp104,14 miliar serta beban lain-lain melonjak hampir lima kali lipat menjadi Rp23 miliar. Laba bersih per saham dasar ikut turun tajam, dari Rp1,60 menjadi Rp0,24 per lembar saham.
Total aset perusahaan turun 22 persen dari Rp1.767,96 miliar menjadi Rp1.374,60 miliar, dan total liabilitas turun 29 persen dari Rp1.358,86 miliar menjadi Rp964,10 miliar. Dalam surat penjelasan resmi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia tertanggal 21 Oktober 2026, manajemen menyebut penurunan liabilitas disebabkan oleh pelunasan utang obligasi jangka pendek dari Rp319,63 miliar menjadi Rp146,84 miliar dan utang obligasi jangka panjang dari Rp341,49 miliar menjadi Rp190,59 miliar. Penurunan aset dijelaskan berasal dari piutang usaha yang telah dibayar pelanggan sebesar Rp266,32 miliar.
Dari sisi arus kas, kas dan setara kas perusahaan menyusut dari Rp217,83 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp19,88 miliar pada akhir September 2026. Aktivitas pendanaan menjadi penyebab utama, dengan perusahaan membayar utang obligasi sebesar Rp471,43 miliar sementara hanya menerima pinjaman obligasi baru Rp147,73 miliar, membuat arus kas pendanaan berbalik dari positif Rp174,42 miliar tahun lalu menjadi negatif Rp329,66 miliar. Arus kas dari aktivitas operasi masih negatif Rp139,22 miliar, meski defisitnya mengecil dibandingkan negatif Rp198,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
