PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) mengoreksi laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum periode per 30 Juni 2026 yang sebelumnya disampaikan lewat surat Nomor 040/WIDI-CORSEC/VII/2026 tanggal 15 Juli 2026. Koreksi dilakukan karena laporan awal hanya memakai bahasa Indonesia, padahal Pasal 25 ayat (2) POJK Nomor 40 Tahun 2025 mewajibkan laporan disampaikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sekaligus. Dari sisi angka, IPO WIDI yang efektif 10 Juli 2023 meraih dana Rp40 miliar, dipotong biaya penawaran umum Rp2.158.078.550, sehingga dana bersih yang bisa dipakai perseroan adalah Rp37.841.921.450 dan seluruhnya sudah terserap, tanpa sisa.

Dana bersih tersebut dialokasikan untuk dua pos, yaitu pembelian alat berat dan modal kerja lainnya. Sesuai prospektus, rencana awalnya adalah Rp26.360.994.895 (69,66 persen) untuk alat berat dan Rp11.480.926.555 (30,34 persen) untuk modal kerja. Realisasinya bergeser tipis, dana untuk alat berat naik menjadi Rp26.456.420.585 (69,91 persen), sementara modal kerja turun menjadi Rp11.385.500.865 (30,09 persen). Perubahan alokasi ini sudah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 12 Agustus 2025 dan 28 Oktober 2025.

Rincian biaya penawaran umum sebesar Rp2.158.078.550 itu terbagi ke beberapa pos, biaya penjamin pelaksana emisi paling besar yaitu Rp872.000.000 atau 40,41 persen, disusul biaya kantor akuntan publik Rp454.530.000 (21,06 persen), konsultan hukum Rp421.555.970 (19,53 persen), biro administrasi efek Rp119.900.000 (5,56 persen), biaya publikasi Rp108.642.580 (5,03 persen), notaris Rp108.500.000 (5,03 persen), biaya pendaftaran OJK Rp23.000.000 (1,07 persen), dan biaya KSEI Rp22.200.000 (1,03 persen).

Laporan ini juga mencantumkan status konversi Waran Seri I dengan kode WIDI-W yang diterbitkan 10 Januari 2024 sebanyak 420 juta lembar dengan harga pelaksanaan Rp120 per waran, atau berpotensi mendatangkan dana hingga Rp50,4 miliar jika seluruhnya dikonversi. Sampai 30 Juni 2026, baru 31.683 waran yang dikonversi pemegang saham menjadi saham, senilai Rp3.801.960, dan seluruhnya sudah dipakai untuk modal kerja perusahaan. Dengan begitu, masih ada 419.968.317 waran yang belum dikonversi.