PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengoreksi laporan penggunaan dana hasil penawaran umum yang sebelumnya disampaikan pada 15 Juli 2026. Koreksi ini mencakup dua instrumen yang sama-sama efektif pada 23 Juni 2026, yaitu Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Solusi Sinergi Digital Tahap I Tahun 2026, masing-masing senilai Rp1,25 triliun sehingga totalnya Rp2,5 triliun. Setelah dipotong biaya penerbitan sebesar Rp16,77 miliar untuk obligasi dan Rp16,86 miliar untuk sukuk, yang antara lain berupa biaya penjaminan, biaya penjualan, dan management fee yang dibagi ke lima penjamin emisi yaitu RHB Sekuritas, KB Valbury Sekuritas, BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Maybank Sekuritas, dana bersih yang diterima perseroan mencapai Rp2,466 triliun.

Seluruh dana bersih tersebut direncanakan disalurkan sebagai pinjaman antarperusahaan kepada PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP), entitas anak tidak langsung WIFI yang dimiliki 99,99 persen melalui PT Dharma Sinar Semesta, untuk membiayai belanja modal jaringan Fixed Wireless Access (FWA) berbasis frekuensi 1,4 GHz di Pulau Jawa. Namun sampai periode laporan per 30 Juni 2026, dari dana obligasi baru Rp47,3 miliar atau 3,84 persen yang benar-benar disalurkan ke TKP, sedangkan dari sukuk belum ada sama sekali yang disalurkan. Secara gabungan, dari total Rp2,466 triliun dana bersih kedua instrumen, hanya Rp47,3 miliar atau 1,92 persen yang terealisasi, sehingga Rp2,419 triliun atau 98,08 persen masih belum terpakai.

Sisa dana yang belum terpakai itu disimpan dalam bentuk giro di enam rekening berbeda: Rp600 miliar di Bank JTrust Indonesia dengan bunga 0,9 persen, Rp585,93 miliar di Bank KB Indonesia dengan bunga 1,65 persen, Rp332,075 miliar di giro syariah Bank KB Syariah dengan imbal hasil 1,65 persen, Rp800 miliar di unit usaha syariah Bank Jakarta dengan imbal hasil 1,25 persen, serta Rp21,06 miliar dan Rp80 miliar di BCA atas nama WIFI dan TKP dengan bunga masing-masing 0,5 persen. Perseroan menjelaskan keterlambatan ini terjadi karena TKP baru bisa membeli perangkat Customer Premises Equipment (CPE) dan Radio Access Network (RAN) melalui purchase order ke vendor pihak ketiga setelah dana diterima, dengan tanggal emisi baru 26 Juni 2026. Target realisasi penuh ditetapkan pada kuartal III hingga kuartal IV 2026, dan laporan ini ditandatangani Direktur WIFI Shannedy Ong di Jakarta pada 13 Oktober 2026.