PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menyampaikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menyusul surat permintaan penjelasan BEI nomor S-12704/BEI.PP3/10-2026 tanggal 5 Oktober 2026 soal volatilitas harga dan aktivitas transaksi sahamnya. Dalam surat bernomor 124/CORSEC/SSD/X/2026 tertanggal 6 Oktober 2026, perusahaan menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik. Perusahaan merujuk ke tiga keterbukaan informasi yang sudah disampaikan sebelumnya: fasilitas pembiayaan dari Export Development Canada untuk entitas anak PT Integrasi Jaringan Ekosistem, rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dan pengunduran diri anggota Dewan Komisaris serta Direksi yang diumumkan 1 Oktober 2026.
RUPSLB dijadwalkan berlangsung 21 Oktober 2026 dengan tiga agenda. Pertama, perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar soal maksud, tujuan, dan kegiatan usaha perusahaan, termasuk pembahasan studi kelayakan rencana penambahan kegiatan usaha, sesuai aturan POJK Nomor 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Kedua, perubahan Pasal 12 ayat 13 soal tugas, tanggung jawab, dan wewenang Direksi. Ketiga, perubahan susunan Dewan Komisaris dan/atau Direksi, yang nama-nama calon penggantinya akan diumumkan sebelum rapat berlangsung.
Menjawab permintaan konfirmasi dari Bursa soal rencana pemegang saham utama, perusahaan menyatakan telah menanyakan langsung kepada PT Investasi Sukses Bersama, pemegang saham utama WIFI. Jawabannya, sampai tanggal surat ini, belum ada keputusan, perjanjian definitif, maupun transaksi atas kepemilikan sahamnya, meski pemegang saham tersebut disebut dari waktu ke waktu mengkaji berbagai alternatif strategis. Perusahaan juga menyatakan tidak menerima laporan aktivitas pemegang saham tertentu sesuai POJK Nomor 4/2024 tentang kepemilikan dan penjaminan saham, di luar yang sudah dilaporkan. Surat pertama ditandatangani Direktur Utama Hendrik Tee, sedangkan surat tanggapan resmi kepada Bursa ditandatangani oleh Shannedy Ong selaku Direktur.
