Tekanan Kredit BUMN Karya Terus Memburuk
Pola tekanan kredit di lingkaran BUMN Karya yang muncul pekan lalu lewat gagal bayar WIKA terus menguat sepanjang pekan ini. Selasa, PEFINDO menurunkan peringkat Waskita Karya dari idB ke idCCC dan PTPP belum mendapat restu pemegang obligasi untuk menunda bunga Rp44,68 miliar yang jatuh tempo awal Oktober. Rabu, WSBP mengonfirmasi gagal bayar kupon ke-8 dua seri obligasi dengan ekuitas sudah minus Rp2,26 triliun, sementara ADCP menunda kupon obligasi hingga awal 2027. Jumat, tekanan ini bergeser bentuk, mayoritas korporasi masih mampu menata ulang jadwal utang lewat obligasi baru berbunga 7,5 sampai 10 persen seperti SMF Rp2,95 triliun dan Protelindo Rp741 miliar, tapi sebagian kehabisan opsi tunai dan menyerahkan kendali lewat saham seperti MKNT dan Apexindo. Arahnya konsisten memburuk dari hari ke hari, dari penurunan peringkat menjadi gagal bayar lalu konversi utang paksa. Yang akan menegaskan apakah tekanan ini mereda atau terus menjalar adalah hasil restu pemegang obligasi PTPP yang masih belum didapat hingga tenggat berikutnya pekan depan, serta realisasi pembayaran kupon ADHI yang sudah dikoreksi menumpuk ke Juli 2027.