Buyback bergeser dari darurat jadi kebiasaan
Gelombang buyback muncul pertama kali Senin, saat TPIA, BREN, BRPT, DSSA, CUAN, dan PBSA menyiapkan total Rp4,6 triliun persis ketika IHSG anjlok 3,64 persen, memakai aturan OJK untuk kondisi pasar bergejolak. Pola ini terus menjalar, Selasa BTN mempertimbangkan opsi serupa, Rabu Jasa Marga membuka opsi buyback dan MBSS merealisasikan Rp200 miliar saat IHSG justru menguat 0,94 persen, lalu Kamis AMMN dan BBRI masing-masing menyiapkan hingga Rp1 triliun ketika indeks naik 1,12 persen. Puncaknya Jumat, Indofood, Indofood CBP, dan London Sumatra menyiapkan buyback Rp750 miliar untuk periode 26 Oktober sampai 31 Desember, pada hari IHSG justru menguat 0,95 persen ke 5.439,26, bukan kondisi jatuh tajam yang biasanya memicu aturan ini. Arahnya bergerak dari respons darurat menjadi cara baku memakai kas perusahaan besar, terlepas dari arah indeks harian. Yang akan menegaskan atau menghentikan pola ini adalah realisasi nyata buyback INDF, ICBP, dan LSIP yang mulai berjalan 26 Oktober, serta apakah OJK memperpanjang kelonggaran aturan buyback tanpa RUPS ini menjelang akhir tahun.