PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas II (rights issue) tahun 2022 kepada Otoritas Jasa Keuangan, untuk periode sampai dengan 30 Juni 2026. Laporan ditandatangani Corporate Secretary Siswanto dan diserahkan 1 September 2026. Dari total dana yang terkumpul Rp2,67 triliun, setelah dipotong biaya penawaran umum Rp14,22 miliar sehingga hasil bersihnya Rp2,65 triliun, ADHI sudah merealisasikan Rp2,27 triliun atau 86 persen. Sisanya, Rp378,69 miliar atau 14 persen, menurut jadwal perseroan akan habis terpakai paling lambat 18 Desember 2026.
Dana yang sudah dicairkan itu terbagi ke empat pos. Setoran modal ke PT Jasamarga Jogja Solo untuk pembiayaan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo mendapat porsi terbesar, Rp1,68 triliun atau 74 persen dari total realisasi. Menyusul setoran ke PT Jasamarga Jogja Bawen untuk Tol Yogyakarta-Bawen sebesar Rp532,19 miliar (23 persen), ke PT Jalintim Adhi Abipraya Rp54,32 miliar (2 persen), dan untuk investasi di bidang pengolahan limbah serta jalan tol Rp2,69 miliar (1 persen). Alokasi ini mengikuti rencana awal di prospektus, yang menetapkan porsi masing-masing 76 persen, 20 persen, 3 persen, dan 2 persen dari total dana Rp2,65 triliun.
Sisa dana yang belum terpakai ditempatkan sebagai giro on demand di empat bank yang seluruhnya bukan pihak afiliasi ADHI: Bank BNI Rp13,11 miliar dengan bunga 2 persen per tahun, Bank BRI Rp211,37 miliar dengan bunga 4 persen, Bank Mandiri Rp106,95 miliar dengan bunga 4 persen, dan Bank BTN Rp59,29 miliar dengan bunga 1 persen.
