PT Adhi Karya (Persero) Tbk menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia tertanggal 13 Oktober 2026 terkait rencana divestasi 51 persen saham PT Dumai Tirta Persada (DTP) dan 47,18 persen saham PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Perseroan memperkirakan menerima sekitar Rp1,91 triliun dari transaksi ini, yang akan dipakai untuk membayar utang berbunga, utang usaha, dan modal kerja. ADHI menegaskan transaksi ini bukan transaksi afiliasi meski SMI dan ADHI sama-sama terkait kepemilikan negara, dengan alasan kewenangan pemegang saham ADHI berada di Danantara Asset Management dan BP BUMN, sementara SMI dikendalikan langsung oleh Menteri Keuangan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2007 sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur khusus.
Perseroan juga membuka ringkasan keuangan kedua anak usaha yang didivestasikan. Per 30 September 2026, DTP mencatat aset Rp498,465 miliar, ekuitas Rp270,904 miliar, dan laba bersih Rp5,729 miliar, turun dari laba bersih Rp34,611 miliar sepanjang 2025. Sementara itu JMJ mencatat aset jauh lebih besar, Rp12,48 triliun, dengan ekuitas Rp3,45 triliun, namun masih merugi Rp166,287 miliar dalam sembilan bulan pertama 2026, melanjutkan rugi bersih Rp234,578 miliar di 2025, Rp25,013 miliar di 2024, dan Rp8,113 miliar di 2023.
Terkait restrukturisasi pinjaman yang disetujui RUPSLB 30 September 2026, ADHI merinci tiga tahap (tranche) untuk utang perbankan. Tranche A diselesaikan dari arus kas operasional dengan tenor 15 tahun dan bunga 3,5 persen, di mana 2,5 persen di antaranya ditunda pembayarannya dan hanya 1 persen dibayar tunai. Tranche B dilunasi dari hasil divestasi dan penagihan piutang dengan tenor maksimal 5 tahun serta bunga tunai 1 persen, sementara Tranche C berupa bunga tertunggak yang harus dibayar dalam 18 bulan sejak perjanjian restrukturisasi (MRA) efektif. Restrukturisasi obligasi masih dalam pembahasan dengan pemegang obligasi.
Soal sisa dana hasil penawaran umum terbatas (PMHMETD) II, ADHI mengungkapkan telah merealisasikan Rp2,27 triliun dari total Rp2,65 triliun yang terkumpul. Sisa Rp378,693 miliar yang sebelumnya direncanakan untuk suntikan modal ke JMJ, PT Jasamarga Jogja Bawen, dan PT Jalintim Adhi Abipraya, dialihkan menjadi modal kerja menyusul Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2026 tentang penataan BUMN. Untuk proyek LRT City yang sempat mangkrak dan disorot media soal opsi refund konsumen, ADHI menyatakan pembangunan sudah dilanjutkan sejak 1 Oktober 2026 dengan dukungan pendanaan Danantara, dengan target serah terima sekitar 80 persen unit pada 2027 untuk empat proyek prioritas: LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, dan ADHI City Sentul 1.
