PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) menyampaikan keterbukaan informasi soal rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada OJK, Senin (28/9). Perseroan sebelumnya membeli kembali 4.491.300 saham sepanjang November 2022 hingga Mei 2023, mengacu pada POJK 29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham. Berdasarkan aturan itu, saham yang tersimpan sebagai saham treasuri wajib dialihkan kembali (refloat) dalam jangka waktu tertentu, dan AMOR memilih menyalurkannya lewat program kepemilikan saham untuk manajemen dan karyawan (M/ESOP).
Jumlah maksimal saham yang akan dialihkan adalah 5.084.827 lembar, mengacu pada Pasal 21 huruf c POJK 29/2023. Penerima adalah karyawan yang sebelumnya ikut program saham bonus 2022, mulai bekerja antara 1 Juli 2021 dan 30 Juni 2022, serta bersedia menambah masa kerja lima tahun sejak tanggal pemberian saham dan mematuhi peraturan serta kode etik perusahaan. Anggota Dewan Komisaris dan karyawan yang sedang dikenai sanksi tidak berhak menerima jatah ini. Karyawan yang berhenti secara baik-baik (good leaver) sebelum masa lock-up berakhir tetap mendapat saham secara proporsional terhadap waktu yang telah dilalui, sementara yang keluar tanpa memenuhi syarat itu harus mengembalikan hak atas sahamnya sebagai saham treasuri. Harga pelaksanaan program akan ditentukan kemudian oleh Direksi berdasarkan kesepakatan dengan karyawan, mengikuti skema program saham bonus 2022.
Rencana ini masih menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dijadwalkan 4 November 2026. Jika disetujui, pengalihan saham berlangsung bertahap dari 10 November 2026 hingga 31 Oktober 2027. Dalam simulasi dampak ekuitas yang dilampirkan, saldo saham treasuri diperkirakan berkurang dari minus Rp22,93 miliar menjadi minus Rp16,44 miliar, tambahan modal disetor turun dari Rp216,57 miliar menjadi Rp209,66 miliar, dan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya naik dari Rp66,12 miliar menjadi Rp66,55 miliar. Modal saham dan total ekuitas perseroan tidak berubah, tetap di angka Rp293,69 miliar, karena transaksi ini memindahkan saham yang sudah ada, bukan menerbitkan saham baru.
