Komisi XII DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk tahun 2027 sebesar Rp27,37 triliun, tidak berubah dari usulan awal pemerintah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa sekitar 82 persen atau Rp22,51 triliun dari jumlah tersebut diarahkan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur energi. Alokasi ini menyasar wilayah yang masih minim akses listrik dan gas, dari desa terpencil hingga kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar.
Sisa anggaran terbagi menjadi Rp3,59 triliun untuk belanja operasional dan Rp1,27 triliun untuk program publik nonfisik. Dari pos infrastruktur, pemerintah menyiapkan Rp9,32 triliun untuk membangun jaringan listrik di 1.250 desa, Rp5,21 triliun untuk jaringan gas rumah tangga sebanyak 959.232 sambungan, serta Rp949 miliar untuk bantuan pasang baru listrik bagi 400.000 rumah tangga. Anggaran juga mencakup tiga proyek pipa transmisi gas, yaitu Dumai-Sei Mangkei senilai Rp3,95 triliun, Semarang-Solo-Yogyakarta Rp702,38 miliar, dan Cirebon-Bandung Rp577,56 miliar.
Bahlil menyebut masih ada sekitar 10.068 titik desa dan dusun di seluruh Indonesia yang belum terjangkau layanan listrik. Program tahun 2025 yang diresmikan pada 2026 telah menangani sekitar 1.416 titik, sementara program 2026 mencakup sekitar 1.300 titik lainnya. Ia juga menekankan agar proses verifikasi kelompok penerima bantuan listrik gratis tidak menghambat penyalurannya ke masyarakat yang membutuhkan.
Selain listrik dan gas rumah tangga, anggaran 2027 juga mencakup 14.000 paket konverter kit untuk petani, tiga unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro, program kompor listrik, konversi 63.000 unit sepeda motor listrik, serta pembangunan Kapal Geomarin V.
