Asuransi Bintang Tbk (ASBI) melaporkan perubahan struktur pemegang saham ke Bursa Efek Indonesia untuk periode yang berakhir 30 September 2026, disusun oleh biro administrasi efek PT Bima Registra. Tiga pemegang saham pengendali tidak berubah jumlah maupun porsinya: PT Srihana Utama tetap memegang 123.522.776 saham (35,46 persen), PT Ngrumat Bondo Utomo 87.302.164 saham (25,06 persen), dan PT Warisan Kasih Bunda 81.653.688 saham (23,44 persen). Kepemilikan jajaran direksi juga tidak bergeser: Presiden Direktur Zafar Dinesh Idham memegang 1.050.000 saham (0,3 persen), Direktur Reniwati Darmakusumah 658.000 saham (0,19 persen), sementara Hastanto Sri Margi Widodo masih tercatat memiliki 782.500 saham (0,22 persen) meski dokumen menyebut dia sudah tidak menjabat sejak September 2026.

Perubahan muncul di sisi saham publik. Kepemilikan pemegang saham di bawah 5 persen dalam bentuk scripless atau non warkat naik dari 50.520.718 saham menjadi 51.303.218 saham dalam sebulan. Kenaikan ini mendorong rasio saham free float, yakni porsi saham yang beredar bebas di luar pengendali dan afiliasinya, dari 14,5 persen menjadi 14,73 persen terhadap total saham tercatat. Jumlah investor pemilik Single Investor Identification (SID), identitas tunggal investor di pasar modal, juga bertambah dari 590 menjadi 704 akun, atau tambahan 114 pemegang saham baru dalam sebulan.

Total saham perseroan yang dilaporkan naik dari 348.386.472 menjadi 349.168.972 lembar, sedangkan jumlah saham yang belum tercatat resmi di bursa melonjak dari 2.000 lembar menjadi 784.500 lembar atau 0,22 persen dari total. Tidak ada saham treasuri, tidak ada saham yang dikenai status sita atau blokir aparat hukum, dan tidak ada saham yang terkena pembatasan pengalihan (lock up) menurut laporan ini.