PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menyusul permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi saham melalui surat bursa nomor S-12830/BEI.PP3/10-2026 tertanggal 8 Oktober 2026. Bursa mencatat pada 6 Oktober 2026 volume transaksi saham ATAP melonjak menjadi 14.314.500 saham dengan 3.346 kali transaksi, naik tajam dari hari bursa sebelumnya yang hanya 2.554.000 saham dengan 352 kali transaksi. Harga saham ditutup naik Rp40 atau 6,78 persen, dari Rp590 menjadi Rp630.

Dalam tanggapannya, Corporate Secretary ATAP Edo Noviardi menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal, dan menyebut perubahan harga sepenuhnya terjadi karena mekanisme pasar. Perseroan juga menegaskan belum memiliki rencana pasti atas tindakan korporasi dalam tiga bulan mendatang yang akan berdampak pada status pencatatan sahamnya di bursa. Namun perseroan mengakui ada informasi yang relevan, yaitu keterbukaan informasi terkait transaksi afiliasi yang telah diumumkan pada 1 Oktober 2026.

Poin yang menonjol dari dokumen ini adalah konfirmasi soal rencana pemegang saham utama. Edo Noviardi menyatakan sudah meminta konfirmasi langsung kepada pemegang saham utama, dan berdasarkan jawaban yang diterima, pemegang saham utama tersebut masih dalam tahap negosiasi terkait kepemilikan sahamnya di ATAP. Negosiasi ini merupakan kelanjutan dari pengumuman yang pertama kali disampaikan perseroan dalam surat No. 445/BEI-OJK/TPG/X/2025 tertanggal 20 November 2025. Perseroan berjanji akan menyampaikan pembaruan begitu memperoleh informasi lebih lanjut dari pemegang saham utama tersebut.