PT Bussan Auto Finance (BAFI) menyampaikan perbaikan atas Informasi Tambahan Ringkas untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2026 senilai Rp552,26 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2026 senilai Rp350 miliar, merevisi dokumen yang pertama kali terbit 18 September 2026. Ini adalah tahap kedua dari program penawaran umum berkelanjutan dengan total target dana Rp4 triliun untuk obligasi dan Rp1 triliun untuk sukuk mudharabah. Tahap pertama sebelumnya sudah merealisasikan Rp366,845 miliar obligasi dan Rp100 miliar sukuk mudharabah, sehingga setelah tahap II ini sisa target dana obligasi yang belum terserap tinggal Rp3,63 triliun.
Obligasi tahap II terbagi dua seri. Seri A senilai Rp481,875 miliar berbunga tetap 7,10 persen per tahun dengan jangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi, sementara Seri B senilai Rp70,385 miliar berbunga tetap 7,35 persen per tahun selama tiga tahun. Sukuk mudharabah tahap II juga dua seri dengan skema bagi hasil setara 7,10 persen untuk Seri A senilai Rp293,675 miliar dan setara 7,35 persen untuk Seri B senilai Rp56,325 miliar. Bunga dan bagi hasil dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 8 Januari 2027, dan pelunasan terakhir pada 18 Oktober 2027 untuk seri bertenor 370 hari serta 8 Oktober 2029 untuk seri bertenor tiga tahun.
Obligasi dan sukuk ini mendapat peringkat AAA dari Fitch Ratings Indonesia dan idAAA atau idAAA syariah dari Pefindo. Penjamin pelaksana emisi adalah Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia, dengan Bank Mandiri sebagai wali amanat. Sesuai jadwal, penawaran berlangsung 5 Oktober 2026, penjatahan 6 Oktober 2026, distribusi elektronik atau tanggal emisi 8 Oktober 2026, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Oktober 2026. Dalam perjanjian perwaliamanatan, perseroan juga terikat menjaga rasio total pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi 10 berbanding 1.
